Sorry, I Can't

Ketika kalian memiliki tujuan yang sedang kalian perjuangkan dan kemudian ada hal yang lebih instan namun hasilnya tidak sesuai dengan yang kalian inginkan, apa kalian tetap akan mengejar yang awal atau memilih yang instan?

Jawaban saya tentu tetap memperjuangkan yang awal.

Lalu, ada orang yang berkata pada saya, kenapa tidak lakukan keduanya saja? Kali ini saya jawab : karena kondisi saya memang tidak memungkinkan untuk mengambil keduanya, selain itu bukankah imbasnya buruk bila dua hal yang sejenis namun berbeda harus saya ambil dua-duanya?

Misalnya begini, saya ingin kuliah di ITB, Teknik Kimia, disaat saya sedang memperjuangkan itu, saya diterima di Teknik Kimia Delft (hahaha, ngarep banget ya? tapi yasudahlah, amiiiin diterima di Delft). Tiba-tiba ITB juga nerima, ga mungkin kan saya ambil dua-duanya? Nah, kalo udah gini saya bakal milih ITB dong karena memang cita-cita saya dari dulu dan harusnya Delft bisa mengerti.

Sama seperti kasus saya saat ini, saya akan memperjuangkan yang awal, kalau memang tidak bisa, saya akan berhenti dan memulai dari belakang. Saya tidak akan memulai dari samping, karena itu akan sulit membuat saya tumbuh dewasa. Jadi, maaf.. saya tidak bisa karena saya sedang berjuang untuk satu hal yang serupa :)

Comparing

Terkadang sebagai manusia, kita terlalu sering membanding-bandingkan apa yang kita miliki dengan apa yang orang lain miliki. Saya sendiri juga begitu, sejak kecil bahkan. Namun ternyata saya menemukan sisi positif dari membanding-bandingkan ini, yaitu nilai perjuangan dan keuletan.

Saat kecil saya memang banyak meminta pada orang tua, mainan, tas, baju, sampai uang, tapi barang-barang itu tidak saya dapatkan dengan mudah. Barang-barang itu ada sebagai rewards. Hal itu membentuk saya tumbuh menjadi orang yang sensitif akan materi, saya merasa bahwa materi itu tidak dapat diminta, namun dapat diusahakan. Sampai sekarang pun saya masih sungkan bila harus meminta materi dari orang tua.

Saya lebih senang menghemat peneluaran atau mencari pendapatan sendiri ketimbang harus meminta, walaupun saya sangat butuh. Bagi saya, 'meminta' adalah sesuatu yang sangat sulit dibandingkan dengan 'memberi'.

Ehm, kembali ke judul post ini, pernahkah kalian menemukan seseorang yang kepribadiannya persis seperti kalian? Saya sedang menemukannya saat ini, sungguh bila diibaratkan petualang, tapak dan jejak kami sama persis, tanpa skenario, bahkan saya menyadari hal ini dari orang lain. Karena 'jejak' kami yang sama itu, saya pun selalu membanding-bandingkan diri dengan beliau. Dengan kata lain, saya harus lebih baik dari beliau dalam waktu 2 tahun lagi, ketika saya tepat berada di posisi beliau saat ini. I promise I will be better than him... and her too

Hoping

A friend of mine said (after I told some little stories), "Jujur deh far, pasti lu juga berharap kan? harapan itu pasti ada, tinggal kita aja yang memanagenya, jangan sampe kita melakukan hal bodoh demi harapan yang belum tentu kita dapat. Tapi jangan juga dilepas karena bisa saja harapan itu datang lagi dan lebih besar dari sebelumnya. Jalani aja far."

What a mature!

Day 2

Nah, let's make this challenge 'challenge'!
Every-odd-numbered day, I write the post in Indonesian, then every-even-numbered day I write in English.

What was the last video you posted online?

Actually I'm kinda forget but it seems to be 'Lifebuoy commercial' in Indonesian, Malaysian, and Vietnam version. I'm so interested in cultures, especially music and language. I like to find analogies between some kind of languages. In those Lifebouy commercials, there are so many similarities in words and I wrote them down, all. Check it on my tumblr.

I'm addicted to cultures! Next time.... Germany :D Amen.

Day 1

Pertama kali punya temen pas masuk TK (Taman Kanak-Kanak, bukan Teknik Kimia) :D dan waktu itu umur saya 4 tahun 9 bulan. Dulu saya ga suka ngobrol sama orang, apalagi yang baru kenal, paling main sama sepupu, tapi begitu masuk TK, semuanya berubah.

Waktu TK, saya tinggal di sebuah kompleks perumahan yang kebanyakan dihuni oleh orang tua muda, jadi anak-anak yang tinggal disitu banyak yang seumuran. Berangkat sekolah bareng dijemput bis, pulang juga bareng-bareng. Kadang-kadang ada yang dijemput orang tuanya terus pada nebeng ke mobilnya.

Teman-teman pertama saya adalah teman-teman yang brutal, mungkin karena kebanyakan cowok, saya jadi kepengaruh! graaaa, baru inget dulu TK brutal banget. Kalo di bis duduknya di bangku panjang paling belakang terus loncat-loncat bareng geng brutal sampe pernah bangkunya pecah =.= Sejak hari itu sang kondektur bis selalu ngawasin geng brutal ini dan geng brutal jadi semacam ga suka sama kondektur itu, jadi musuh bersama.

Pernah juga main lari-larian terus saking parahnya ada anak cowok yang nabrak dari belakang dan saya keseret 3 meter dengan kondisi telungkup. Akhirnya luka menganga sepanjang kaki dan nangis sejadi-jadinya (geng brutal tapi nangis).

Dulu suka banget jajan jelly sama temen-temen TK, kue puntir juga, enak :9

Teman-teman TK adalah orang-orang pertama yang membentuk karakter saya menjadi tomboy, gahar, dan brutal. I won't forgive them, hahaha *becanda

Markichal

Mari kita challenge! hahaha (apadah)
Biar blog ini terisi

20 Day Random Challenge

  1. Do you remember the first time you met your friends?
  2. What was the last video you posted online?
  3. What’s an inside joke you have with someone?
  4. What’s the last food you got a strange craving for?
  5. 10 songs that will always be a part of your life.
  6. What’s the last gift you gave to someone?
  7. Talk about your family. Your close family, extended, deceased; your entire family
  8. Two months ago; where were you/what were you doing.
  9. When was the last time you cried and why?
  10. Do you have saved text messages? If so, who are they from and why do you still have them?
  11. What’s something you’re ashamed to tell people?
  12. What’s the last really nice thing you’ve done for someone?
  13. Write 5 messages to 5 different people without using names.
  14. What’s something strange about you? Or tell a strange story.
  15. What’s something you’re really excited for?
  16. What do you feel guilty for doing?
  17. What did you dream of last?
  18. Tattoos. If you have one, post it and it’s story. If not, what do you want?
  19. Post your Tumblr crushes
  20. What are your 3 favorite quotes and why?

La Tahzan

Manusia sering sekali larut dalam kesedihan yang mereka rasakan, terkadang mereka hanya bisa merenung, melampiaskan kepada benda, bahkan sampai bunuh diri.

Beberapa hari lalu, saya juga merasakannya, namun saya cenderung mengalihkan kesedihan ke kesibukan saya. Intinya saat saya sedih, saya ingin SESIBUK MUNGKIN, maksudnya supaya lupa sama sedihnya, ketika saya sibuk dan lelah, maka saya akan tidur dan rasa sedih itu akan hilang bersama mimpi.

Posting ini sebenarnya hanya untuk menghibur hati saya sendiri, hahaha, oh iya satu cerita lagi nih, sedih itu jangan dipikirin, jangan dirasain, dilupain aja selupa-lupanya walaupun nanti keinget juga, tapi waktu kabar gembira datang rasanya sedih itu menguap ga berbekas, beneran deh, ini baru terjadi sama saya. Jadi, jangan bersedih... daripada capek bersedih, lebih baik memikirkan penyelesaian dari masalah yang membuat kita sedih itu :D

La tahzan....

Fast Track? It Seems to be No

Akhir-akhir ini banyak teman yang bertanya pada saya, "Kamu mau ambil fast track ya?"

Atau bahkan ada yang langsung menuduh, "Pasti kamu mau langsung fast track." =.=

Pertama-tama, apa itu fast track? Mungkin kalau diibaratkan sekolah, fast track itu seperti program akselerasi, lebih tepatnya jembatan antara S-1 dengan S-2. Bila mengikuti program fast track, mata kuliah S-2 yang akan diambil setelah lulus S-1 bisa diambil sebagian pada semester akhir di S-1 sehingga beban S-2 nantinya tidak terlalu berat dan studi dapat diselesaikan dalam waktu 5 tahun (S-1 + S-2). Kurang lebih begitu, mohon koreksi bila ada kesalahan.

Nah, jawaban dari kalimat satu dan dua pada awal posting ini adalah, "Sepertinya tidak." Sebenarnya saya punya cita-cita untuk melanjutkan S-2 ke Jerman atau Belanda, kalau fast track tentu harus melanjutkan S-2 di tempat yang sama, namun ini juga bergantung pada keadaan akademik saya di semester 5 atau 6 nanti.

Bila sekiranya melanjutkan studi ke Jerman/Belanda itu sudah 70% terealisasikan, saya positif tidak akan mengambil fast track. Bila kemungkinan melanjutkan studi ke Jerman/Belanda masih di bawah 50%, kemungkinan saya akan ambil fast track.

Kenapa masih kemungkinan? Alasan saya tidak ingin mengambil fast track sebenarnya karena saat SMP dan SMA saya mengikuti program akselerasi, jadi saya ingin agak "santai" saat di perguruan tinggi, hahaha. Kalaupun nanti cuma ITB yang mau menerima saya sebagai mahasiswa S-2, saya akan tetap menjalaninya dalam 2 tahun dan tidak fast track.

Kenapa ngotot harus ambil S-2? Karena setelah kuliah saya tidak ingin bekerja, saya tidak suka kata 'bekerja', saya lebih ingin belajar dengan kedok bekerja. Belajar dan mengajar adalah hal paling menyenangkan bagi saya dan saya ingin suatu saat nanti menjadi ahli belajar dan ahli mengajar.

Nah bukan berarti saya sama-sekali-tidak-mau mengambil fast track, tapi kemungkinan-besar tidak akan mengambil fast track. Saya ingin menikmati pendidikan saya dan tidak ingin ini berlalu terlalu cepat. Mudah-mudahan hidup saya masih cukup panjang untuk menjadi pengajar dan melihat pendidikan Indonesia 50 tahun lagi :D

I have one more week to prepare. The sounds always make me glad and touched. And I won't be able to hear the sounds again until unpredicted time. "Don't go" is such a childish sentence, but it represents the feeling. I miss every moment with them. I hope we'll meet again and inseparable. What a beautiful daydream :)

Anak FT

Lagi ngobrol sama anak KPA

Ruth : Farah, masuk FT ya?
Farah : Eh? TK kok, hehehe
Ruth : Oooh aku kira kayak Indah sama Shinta

Okti : Farah Farah FT ya?
Farah : TK ti, haha
Okti : Wah iya? Kirain FT

Nisa : Eh Farah teh jurusan apa?
Farah : TK nis, hehe
Nisa : Oh bukan FT? Kirain dari dulu kamu teh mau masuk FT
Farah : Iya banyak yang bilang gitu T.T


Final Execution (dengan anak TK 2010 sendiri)

Faisal : Loh kok kamu masuk sini?
Farah : Kan dari dulu emang milih TK
Faisal : Bukannya milih FT ya?
Farah : Ya ampun...


Aaaaah, apa saya memang mirip anak FT? Saya kan mau jadi TK sejati :((

The Hardest Part of Farewell

Dan saya baru sadar kalau mereka telah menjadi bagian penting dalam hidup saya, perpisahan sungguh menyedihkan.

Sincerity

Mungkin punya panutan tidak sepenuhnya salah. Mungkin saya telah mengikuti panutan yang benar. Bukan hanya dalam hal akademis, nonakademis pun sama baiknya.

Tenang, mandiri, kuat, bisa diandalkan, ingin belajar banyak hal, dan... tulus. Hal terakhir mungkin belum bisa saya dapatkan, harus belajar lebih banyak tentang ketulusan. Selama ini saya telah menyiksa diri dengan melakukan semua hal yang membuat badan saya runtuh, tanpa ketulusan di dalamnya. Apakah saya belum pernah tulus? tentu pernah, sering, tapi tidak bila ada sesuatu yang hadir di depan saya. Semua jadi kacau, bahkan ketulusan yang seharusnya saya sertakan pun ikut lenyap, sering kesal sendiri, lelah sendiri.

Untuk masalah ini, saya telah menemukan solusinya sejak zaman purbakala, buang semua yang tidak berkaitan dengan cita-cita. Omong gampang, melakukannya yang sulit. Haaaa, semoga keajaiban selalu datang dari Allah. Amin.


NB : hari ini latihan 3 lagu untuk 2 hari dengan 19 orang, mari kita tes ketulusan hari ini, dan semoga tidak ada yang muncul menghalangi jalan saya.

A Random Scary Thing Today

Entah lagi mikir apa, tiba-tiba jadi takut sendiri kalau ada apa-apa sama jantung saya begitu ketemu lagi. Lama tidak berjumpa rasanya saya "lupa" semua appeareancesnya, wajah, gaya pakaian, dan bahkan suara. Saya pun bingung selang waktu itu dapat dibilang lama atau tidak, sebenarnya apa standar waktu itu sehingga dapat dibilang lama? Setahun? Sebulan? Seminggu? Sehari? Sejam? Mungkin satu menit akan jadi lama bila kita berpisah dengan sesuatu yang kita dambakan dan merasa nyaman.

Takut kalau tiba-tiba bertemu lagi, jantung saya tidak siap dan mengacau, dengan segala "ketidakingatan" saya. Takut kalau yang saya temui telah berubah dan tidak sesuai dengan yang saya harapkan. Takut kalau saya kehilangan semangat juang. Takut kalau nanti saya jadi "zombie" karena masalah sepele. Takut, takut.

Can't Agree More

Temen-temen, ntar kalo kita dah mulai menjalani masa2 sbg anak Tekkim jangan lupa tetap saling berinteraksi ya, baik sesama Tekkim '10 atau dunia luar (Tekkim yang lain, jur lain, unv lain, masyarakat, dll)

Soalnya percuma juga kalau kita ntar jadi anak2 ahli dalam bidang kita namun keahlian yang kita miliki hanya sebatas nginclongin IPK doang...

Trus ntar kita juga jangan nge-gap ya karena status kita atau hal2 yang berhubungan dengan SARA

Sebisa mungkin minimal kita saling kenal antar anak Tekkim '10...
Nambah ilmu memang harus... dan pastinya butuh kerja keras otak dan keringat (bahkan darahh...)
Tapi buat nambah temen tuh nggak butuh kerja keras... hanya butuh sedikit waktu yang mau kita luangkan

Gue percaya ke-salingmengenal-an kita akan memperkaya khasanah kita untuk bertenggang rasa dalam menghadapi berbagai karakter manusia.

Ayo! Saatnya kita hilangkan image dan label anak Tekkim yang dianggap cuma bisa belajar doang!
(Dionisius Sundoro-2011)


Setelah baca post itu, tanpa pikir panjang langsung saya 'like', setuju abis, sangat!

Saya Ingin Lihat Jalan Saya

Sebelum menulis post ini saya telah sangat yakin bahwa Allah swt, Tuhan saya, telah menentukan jalan hidup saya dengan sangat rapi dan baik. Jadi, ini hanya kegelisahan yang (semoga) tidak benar.

Selama ini, saya berjalan dengan panutan di depan saya. Dalam hal akhlak, tentu saya akan selalu berpegang teguh pada panutan. Yang ingin saya sampaikan di sini adalah panutan duniawi. Anggap saja semacam idola namun lebih halus artiannya.

Misal, sebelum kelulusan SD, sebenarnya saya hanya terbawa arus kakak-kakak kelas yang masuk ke suatu SMP dan kebetulan memang banyak pendaftarnya. Sempat berpikir, kenapa saya tidak masuk ke SMP lain ? Mungkin ke SMP yang peminatnya lebih sedikit. Namun akhirnya saya sadar bahwa di SMP ini kesempatan saya lebih terbuka. Tapi saya masih takut kalau-kalau hidup saya ini cuma terbawa arus.

Hingga saat ini, alasan saya memilih tempat pendidikan adalah "Karena saya memang ingin di sana" "Karena alumninya sukses" dan lain-lain. Tapi bukankah dengan alasan itu saya bisa dibilang 'terbawa arus'. Saya hanya ingin jalan hidup yang unik, tidak ada orang lain yang memilikinya, saya ingin jadi seseorang sukses di bidang yang saya ciptakan sendiri meskipun itu memakan waktu lama.

Apa latar belakang saya menulis ini?

Dulu sebelum masuk SMA, cita-cita saya adalah menjadi dokter, membuka klinik sendiri, dan akhirnya memiliki rumah sakit sendiri bersama dengan teman-teman sesama dokter. Namun semenjak SMA saya merasa kedokteran bukan bagian dari diri saya. Saya ingin pelajaran eksak seperti matematika, fisika, dan kimia di SMA bisa saya aplikasikan di kehidupan. Akhirnya dengan menimbang dan menilai, teknik kimia menjadi sebongkah sinar di planet mati, terlepas dari kedua orang tua saya yang keduanya lulusan tekim. Tekim ini murni pilihan hidup saya, without contaminant.

Kembali ke masalah, setelah masuk ke institusi yang saya impikan, tanpa sadar saya mengikuti panutan untuk yang kesekian kalinya. Dia aktif di unit dan himpunan, saya juga ingin aktif di unit dan himpunan. Dia olahraga rutin, saya juga ingin olahraga rutin. Dia menjunjung tinggi akademik diatas semuanya, saya juga ingin. Dia menghemat pengeluaran sebagai anak kos, saya juga ingin. Dia merapikan kamarnya, saya juga ikut merapikan kamar saya. Baiklah, saya memang melakukan pemantauan dunia maya. But, is there something wrong with liking someone quietly?

Saat ini saya masih bingung ingin memilih subprodi TKU (Teknologi Kimia Umum), BP (Bioproses), atau TP (Teknologi Pangan). Tapi dengan dia memilih subprodi itu, saya juga ingin memilih subprodi tersebut, aaaaargh, sampai kapan saya bisa benar-benar tahu apa yang saya inginkan? Tapi bagaimana kalau pilihan saya itu memang sama dengan pilihan si panutan itu? Hanya Tuhan yang tahu. Tentu dia panutan yang baik, tapi bukan berarti saya harus sama dengan dia kan Ya Allah?

Kira-kira satu bulan yang lalu, saya (mungkin) telah memilih keputusan baru untuk profesi jangka panjang saya. Kali ini pilihan saya memang mantap dan merupakan ide saya dengan dukungan orang tua. Beberapa hari kemudian, baru saya ketahui bahwa 'dia si panutan' juga ingin berprofesi di bidang yang sama, aaaaaa. Entah deh, yang penting ini pilihan saya, terserah mau sama atau tidak dengan orang lain.

Namun sesungguhnya ada keinginan kecil untuk mengikuti jejak 'si panutan'... Yah, saya hanya ingin lihat jalan saya :)

Plan A in My Life

Wuuuuuhuuuuuuuuuuuuuuuu!
Setelah berjuang selama 8 bulan lebih di bangku TPB yang kabarnya Tahap Paling Bahagia ataupun Tahap Paling Berat, akhirnya....

Teknik Kimia ITB angkatan 2010!

Sujud syukur banget bisa dapet jurusan ini, walaupun banyak orang-orang berkata Tekim tahun ini kalah pamor, tapi saya tetap bangga :D Thank you ol.akademik, I love you full :*

Pengumumannya tadi malam dan pukul 23.59 =.= saya yang udah nguap-nguap puluhan kali di depan TV akhirnya tumbang juga, ga kuat nunggu sampe jam segitu. Tapi akhirnya pukul 12 malam lebih, ibu membangunkan dengan mudahnya, hanya dengan bilang "Mbak, udah jam 12 lebih, coba dicek dulu tuh jurusannya." Dengan satu kalimat itu saya mampu melonjak dari tempat saya tidur dengan kagetnya dan cuma bisa bereaksi "Hah? udah bu?" Padahal biasanya membangunkan saya adalah hal yang (agak) sulit.

Yah, begitulah, berjalan dengan terseok-seok dan nyawa yang masih berceceran bukanlah hal yang mudah, ditambah lagi deg-degannya parah banget abis sangat sekali ----> kalimat tidak efektif. Seperti biasa, buka ol.akademik sambil micing-micingin mata, takut. Klik hasil penjurusan..... terus senyum-senyum sendiri, mendapatkan hal yang sesuai rencana memang menyenangkan sekaligus mendebarkan.

Habis buka hasil penjurusan ga bisa tidur, bayangin aja! Dua tahun lalu saya masih bocah SMA ingusan yang jalan-jalan ke labtek biru terus ketemu kaprodi tekim dan dengan semangatnya menyarakan "Saya mau masuk FTI!". Setahun yang lalu saya masih anak TPB ingusan yang mau masuk tekim dan tiap lewat labtek biru selalu nengok-salah-tingkah-ga-jelas. Sekarang, hari ini, detik ini, saya anak baru masuk tekim yang senyum selebar-lebarnya sampai gigi kering. Jadi apa bedanya? Pertama, ga ada lagi julukan "ingusan". Kedua, sekarang saya mahasiswa Teknik Kimia yang NIMnya 130xxxxx itu loh! Kyaaaaaaa kyaaaaaa kyaaaa kyaa kya

Tahun ini, Teknik Kimia hampir bernasib sama dengan Fisika Teknik tahun lalu, tapi toh tetap bikin anak-anak yang mau masuk Tekim semangat. Pengen deh cepet-cepet kenalan sama semuaaaa anak tekim 2010, 2009, 2008, 2007, 2006, 2005, 2004, 2003.... oke, sampai sini saya cukup bisa membuktikan kalau saya bisa berhitung, ga malu-maluin amat lah ya jadi anak tekim. Ya, intinya saya mau jadi sociable di jurusan ini.

Oya, dan satu lagi, mau nyoba Coffee Toffee labtek biru untuk pertama kalinya! *nazar kalo keterima tekim*

Baiklah, sampai bertemu kembali teman-teman FTI 2010! Teknik Kimia, Fisika Teknik, Teknik Industri, dan Manajemen Rekayasa Industri :D


NB : Mohon bantuannya ya teman-teman Teknik Kimia 2010 *membungkuk*

Sleep Earlier

Mengapa?
Karena besok bisa jadi hari paling menentukan dalam hidup saya
Karena besok bisa jadi inisiasi dari jalan kehidupan 3 tahun ke depan, bahkan sepanjang hayat
Karena besok bisa jadi hari yang membahagiakan kedua orang yang saya cintai
Karena besok (mungkin) adalah salah satu hari paling emosional dalam hidup saya

I wish sleep will show its magical effect to me
ol.akademik, please be nice :)

Ineffective

Hai blog! Entah sudah berapa lama tapi blog ini jadi lebih mirip majalah bulanan, updatenya jarang banget, hahaha. Bahkan sekarang udah minggu kedua dari liburan semester dan saya merasa sangat tidak produktif di tengah timeline Twitter yang penuh dengan liburan anak (mantan) TPB.

Hahaha yoi cuy, udah lepas Tahap Persiapan Bersama nih, alias bersiap diri jadi kakak tingkat :D Walaupun masih ada kemungkinan X, Y, Z yang bisa membuat nilai mata kuliah 2 SKS jadi penyesalan seumur hidup, tapi naudzubillah, jangan sampe *sujudsujudketanah*

Sekarang, hal yang paling ditunggu-tunggu dan dikhawatirkan mahasiswa ITB adalah situs ol.akademik. Saya memutuskan untuk menunggu kabar dari teman-teman yang biasanya akan ramai di timeline, tapi ternyata ga adaaaa yang update siang-siang, nasib. Pada akhirnya harus buka ol.akademik sendiri dengan memicing-micingkan mata, takut tiba-tiba udah ada IP terus dia keluar layar, nerkam kayak harimau (such a nightmare!). Setelah liat dan ternyata ga ada apa-apa, serasa lega sekaligus makin panik. Haaa, inilah yang membuat liburan tidak produktif, deg-degan nunggu nilai. Oh ol.akademik, Y U hang me so long.

Iri ngeliat si A yang bisa jalan-jalan ke tempat liburan rencananya.
Iri ngeliat si B dalam proses belajar masak yang merupakan impiannya.
Iri ngeliat si C yang walaupun ikut SP, tapi rencana liburannya terjalankan.

Pengen banget rasanya denger satu lagu, nulis aransemen buat KPA, just by ear. Tapi otak serasa malas berpikir *jedugjeduginkepala*. Yah, mungkin besok :D Hari ini mari bersantai (lagi) untuk liburan yang masih panjang. Lalalalala~

Kabarnya hari ini pengumuman nilai, Ya Allah, nilai saya gimana? Tolong kasih tau lewat mimpi biar saya ga shock. Takuuuut, semoga nilainya ga bikin orang tua pingsan. Amin.



NB : semoga aransemen selesai tepat waktu amin :)

I love you Chemistry, do you love me back?

Pengakuan sebelum UAS
Laju reaksi, susah ngertinya, tapi asik kalo udah ngerti :D
Tata nama senyawa kompleks, uuuuu I love you the most <3
Stoikiometri, Y U so mysterious? but I'll keep trying to understand you :3

Tapi sejauh ini saya paling khawatir dengan nilai kimia, demi IP harapan, kimia harus lebih baik lagi, sekali lagi, harus..
Sejauh ini yang lumayan aman fisika, itupun di luar yang saya bayangkan, oh tekim, will you appear on my "ol.akademik" account?

I'm Baaack!

*Niup-niup debu yang bertebaran*

Dan sudah sangat lama sejak terakhir kali blog ini terurus, hahaha. Maafkan saya yang lalai ini.

Di semester 2 ini, (pastinya) banyak banget hal menarik yang saya dapat. Misalnya.... cara cie-in orang dengan sopan (by Wahyu Hidayat - FTSL 2010) dengan cara ngomong "ikiiiw" tapi ditahan, jadi "ik---kkiiiiiww" (cara paling kocak dan dahsyat sepanjang abad ini). Lalu, ternyata ada tempat yang seru banget loh di daerah UPI ke atas lagi tapi, maja house, rumah stroberi, dll.. feels like heaven yay. Dan di deket kampus, bagi yang sering naik angkot cisitu dan sadang serang pasti sering lihat rumah makan namanya 'tulang jambal', amigosss itu enak banget tapi pedeeeeees banget bagi orang seperti saya :p

Oke, mungkin kalian mengharapkan info penting ya, huahaha, tapi sayang sekali blog ini saya utamakan untuk berkisah tentang kehidupan sehari-hari dan tumblr untuk berbagi pengalaman (baik penting maupun kurang penting). Jadi bagi yang mengharapkan info penting, akan saya selipkan dalam tiap post.

Mau nyapa adik-adik kelas 3 SMA dulu nih, haaai, hayoloh hayoloh 5 hari lagi UN (troll face). Jangan terlalu tegang dan jangan terlalu santai ya teman-teman :) Jadi inget tahun lalu deh, lagi shock ditolak ITS dan stress banget pas UN, hahaha, tolong jangan dicontoh, sekarang sepertinya ga ada beban tes mandiri gitu ya? hmm, selamat berjuang ya, ditunggu di ITB :D Oiya, ada bacaan berguna ni untuk kalian yang galau perguruan tinggi, haha :
klik ini
Sedikit tips berguna menghadapi soal SNMPTN :
klik ini

Thanks to Kak Embi dan Alif (dua-duanya anak ITB loh, sini sini yang mau ITB, hoho)

Back to my story
Hmm, tentang KPA, kira-kira sebulan lalu baru pergantian badan pengurus nih yeyeyey, selamat ya Kak Anugerah Firdauzi (tuh saya bener kan nulisnya :p), ditungu wi-finya di r.lat. Dan akhir tahun ini akan ada FPA! Festival Paduan Angklung :D Di badan pengurus saya jadi staf subdiv pelatihan dan di FPA sebagai staf subdep lomba. Keduanya ga beda jauh, fiuh untunglah.

Oya, berdoa juga nih untuk kakak-kakak 2007 yang lagi TA, yuhuuu, judul TA nya panjang-panjang bener dan semoga sukses semuanya, amiiiin. Bulan Juli traktiran wisuda yaa (evilgrin). Duh, sedih juga nih, baru kenal sama 2007 tapi udah mau lulus aja T.T

Ehm, berhubung PR menumpuk dan (sepertinya) akan meninggalkan blog (lagi) dalam waktu yang lama, jadi kira-kira ini yang ingin saya capai beberapa waktu ke depan :
- Chemical Engineering dan HIMATEK!
- IP yang lebih baik :)
- Kunjungan industri!
- Main piano di rumah sepanjang liburan ^^
- Aransemen lagu buat KPA (ada saran?)
- Main/Ngelatih/Ngonduct di Penerimaan Mahasiswa Baru
- BP dan FPA sukses! (amin) (especially Pelatihan dan Lomba)

The End of Painful Week, Finally

Oke, dua post dalam satu hari, uhye.. ehm, dan tolong abaikan post pertama hari ini, itu ada di notepad beberapa saat yang lalu. Bahkan mau nge-postnya aja mikir setengah hari sampe sempet ngerjain PR sama makan siang. Huahaha.

Setidaknya itu membuktikan bahwa semua blogger itu manusia. Hap, stop semua kegalauan ini.

Oh ya, judul post ini ya, painful week.
Hari Minggu yang lalu, pagi-pagi, gue bangun seperti biasa tapi dengan kaki yang tidak biasa. Rasanya kayak keseleo tapi aneh, untungnya masih bisa jalan. Buru-buru karena mau tes kelayakan. Demi apa itu tes berasa ujian nasional (keringetan).

Nah, pas pulang tes kelayakan, badan langsung lemes semua dan kaki kiri makin sakit, yah mau nyebut ini tapi ragu hm gimana ya, okedeh... cenat cenut. Begitulah rasanya. Akhirnya minta tolong bibi kos buat manggilin tukang urut.

Teteh yang ngurut bilang, "Ini mah salah urat neng, udah dilurusin, besok oge sembuh."

Hari berganti hari, sakit tak kunjung sembuh. Pergi ke kampus dengan kaki terpincang sungguh tak menyenangkan. Akhirnya... gue memutuskan untuk istirahat di kosan *uhuhuhu, boloooos, uhuhuuu*

Ibu pun datang jauh-jauh dari kantor di Jakarta, khawatir ada apa-apa, akhirnya kaki ini (dan badannya) dilarikan ke rumah sakit seberang jalan ganeca. Menuju dokter umum di lantai 2 sungguh perjalanan yang tak mudah, ada tangga berbatu, pintu kaca, dan liku-liku lorong.

Setelah diperiksa oleh dokter, beliaupun berkata bahwa ternyata ini radang sendi, wowowow... seumur-umur baru sekali. Dikasih surat izin kuliah, bahkan di resepnya ada obat penahan rasa sakit. Semoga bekerja.

Pada akhirnya, setelah menimbang dan menilai, gue pun dibawa pulang ke Bogor (Cibubur ding). Seminggu penuh itu gue cuma tidur-tiduran, mau ngerjain tugas tapi cenat-cenut ya sudalah. Di penghujung minggu akhirnya kaki ini sembuh juga (worship).

Berhubung jarak waktu post yang lama dengan yang baru diedit ini lama banget, dan udah lupa mau cerita apa, jadi post ini diakhiri sampai disini. Salam :)

Satu Semester dan 2010

Demi apalah semester satu udah habis >.< rasanya kuliah ini super aksel banget dan yang gue inget cuma jalan-jalan, BIP, PVJ, ciwalk, factory outlet, dan... beef picatta :9 Padahal masih banyak yang harus diinget buat bekal semester dua, bakal kebut semalam lagi ga ya belajarnya? (wonder)

Sejauh ini yang udah gue antisipasi buat semester dua adalah mata kuliah olahraga. Cuma bisa hela napas disuruh lari 2.4 km dalam waktu 14 menit. Semuanya pada bilang gampang, tapi engga buat gue hey! T.T Mesti latihan dulu lah ini mah (gym). *masih 20 menitan :(

Lalu, yang mesti ditingkatin di semester dua. Kalkulus dan fisika. Heran dah, masing-masing 4 sks dan menyumbang besar buat IP, tapi dapetnya AB sama B, padahal mau masuk Teknik Kimia gimana ni? hik hik. Semester dua mesti meminimalisir OL dan TV, cumungut lah.

Tahun ini juga ada mini konser cKPA, gue gabut pisan kayanya, tapi mesti lancar demi dilantik jadi KPA uhuy (dance). Gue nemuin keluarga yang asik banget di KPA, sampe kuliah rasanya hampir terbengkalai. Kalo ga ada KPA mungkin gue udah depresi mikirin tugas, ujian, etc. Makasih KPA... (big hug)

Masalah mimpi di 2011.... banyak bangeeet, udah tersimpan di kepala dan kayak mau meledak. Jadi pengen ngedata hal-hal membahagiakan di 2010, mari kita lihat:

1. Diterima di kampus ganesha

Ini jelas hal yang paling membahagiakan di tahun lalu, euphorianya ga ilang-ilang sampe berbulan-bulan dan baru ilang pas ngerasain kuliah. Dosen sampe bilang "Hah, ngenes kan kuliah di sini?" sambil ketawa-ketawa becanda dan mahasiswa menanggapi dengan ketawa miris. Dalam hati, "Damn that's true!".

Tapi masuk KPA, ketemu Bu Hilda Assiyatun dosen kalkulus, Pak Linus Ampang Pasasa dosen fisika, Bu Cynthia L. Radiman dosen kimia, Pak Sukoyo dosen PTI, Bu Lily Marliah dosen B.Ing, dan bapak/ibu dosen SAS yang berganti-ganti tapi gahul, membuat gue lupa akan ngenesnya kuliah di sini, sebaliknya ini jadi kayak survival game yang ada raportnya di akhir permainan. Dan yang namanya permainan, ga ada yang ga bikin seneng. Dengan kata lain, gue seneng kuliah di sini :D

2. Teman baru, budaya baru

Kalau dulu, TK sampai SMA, teman-temannya sekultur (dalam hal gaya bicara, sifat), sekarang beda-beda. Bener-bener dari segala penjuru, tumplek blek di satu tempat.

Misalnya, gue punya teman dari Sumut, pertama kali kenalan nadanya tegas dan gue mikirnya agak kaku, tapi pilihan kata-katanya (cielah) asik dan lama-lama jadi enak diajak ngobrol. Kalau teman-teman dari Riau, logatnya melayu dan imuut :3 bahkan gue kepengaruh logatnya dikit, soalnya salah satu temen deket ada yang orang Riau, hehe. Ada juga teman dari Sulsel yang logat bugisnya tampak sekali, jadi inget Balikpapan :') Teruus... ada teman dari Jerman juga lho, dia seneng banget pas pertama kali diajak ngobrol dan sekarang jadi sering main Uno Stack bareng di KPA, huahaha. Semuanya asik lah diajak ngobrol, pengen bersosialisasi lebih jauh lagi :)

3. Mengobrol dengan "orang hebat"

Oke, karena ini tentang orang yang saya kagumi, maka saya pakai "saya" (hahaha).
Orang hebat disini bukan dalam arti luas yang bener-bener hebat di mata semua orang sampe masuk majalah TIME atau kawanku misalnya. Tapi definisi orang hebat menurut saya adalah "orang yang sangat ingin saya ajak ngobrol tentang apa saja". Kabar baik ternyata "dia yang hebat" itu ada di unit yang sama yeyeyeyey (dance). Tapi payahnya saya selalu gugup dan bingung mau ngobrol apa huhuhu T.T

Namun pada akhirnya saudara-saudara, suatu hari setelah selesai latihan, saya sedang menunggu teman-teman yang pulang satu arah. Tiba-tiba "dia yang hebat" memulai obrolan dengan "Kamu dari SMA x ya?" (tidak ingin menyebut nama SMA, hoho). Saking kagetnya cuma bisa jawab "Eh?" (kalau inget jawaban ini pengen nepok kepala sendiri, haha). Sampai akhirnya dia mengulangi pertanyaan. Plak plak plak ini mimpi apa bukan, saya ngobrol sama "dia yang hebat". Sampai di jalan pulang, di angkot, ngobrol tentang jurusan, dan ternyata "dia yang hebat" memang seperti dugaan saya :)

Sampai di kosan saya ngerasa demam tapi seneng (dance)(dance)(dance). Semoga di 2011 akan lebih banyak obrolan bermutu dan hangat. Semenjak UAS udah jarang ngobrol lagi.


Terima Kasih Ya Allah untuk sebelum 2010, 2010, dan sesudah 2010 :D