Sorry, I Can't

Ketika kalian memiliki tujuan yang sedang kalian perjuangkan dan kemudian ada hal yang lebih instan namun hasilnya tidak sesuai dengan yang kalian inginkan, apa kalian tetap akan mengejar yang awal atau memilih yang instan?

Jawaban saya tentu tetap memperjuangkan yang awal.

Lalu, ada orang yang berkata pada saya, kenapa tidak lakukan keduanya saja? Kali ini saya jawab : karena kondisi saya memang tidak memungkinkan untuk mengambil keduanya, selain itu bukankah imbasnya buruk bila dua hal yang sejenis namun berbeda harus saya ambil dua-duanya?

Misalnya begini, saya ingin kuliah di ITB, Teknik Kimia, disaat saya sedang memperjuangkan itu, saya diterima di Teknik Kimia Delft (hahaha, ngarep banget ya? tapi yasudahlah, amiiiin diterima di Delft). Tiba-tiba ITB juga nerima, ga mungkin kan saya ambil dua-duanya? Nah, kalo udah gini saya bakal milih ITB dong karena memang cita-cita saya dari dulu dan harusnya Delft bisa mengerti.

Sama seperti kasus saya saat ini, saya akan memperjuangkan yang awal, kalau memang tidak bisa, saya akan berhenti dan memulai dari belakang. Saya tidak akan memulai dari samping, karena itu akan sulit membuat saya tumbuh dewasa. Jadi, maaf.. saya tidak bisa karena saya sedang berjuang untuk satu hal yang serupa :)

Comparing

Terkadang sebagai manusia, kita terlalu sering membanding-bandingkan apa yang kita miliki dengan apa yang orang lain miliki. Saya sendiri juga begitu, sejak kecil bahkan. Namun ternyata saya menemukan sisi positif dari membanding-bandingkan ini, yaitu nilai perjuangan dan keuletan.

Saat kecil saya memang banyak meminta pada orang tua, mainan, tas, baju, sampai uang, tapi barang-barang itu tidak saya dapatkan dengan mudah. Barang-barang itu ada sebagai rewards. Hal itu membentuk saya tumbuh menjadi orang yang sensitif akan materi, saya merasa bahwa materi itu tidak dapat diminta, namun dapat diusahakan. Sampai sekarang pun saya masih sungkan bila harus meminta materi dari orang tua.

Saya lebih senang menghemat peneluaran atau mencari pendapatan sendiri ketimbang harus meminta, walaupun saya sangat butuh. Bagi saya, 'meminta' adalah sesuatu yang sangat sulit dibandingkan dengan 'memberi'.

Ehm, kembali ke judul post ini, pernahkah kalian menemukan seseorang yang kepribadiannya persis seperti kalian? Saya sedang menemukannya saat ini, sungguh bila diibaratkan petualang, tapak dan jejak kami sama persis, tanpa skenario, bahkan saya menyadari hal ini dari orang lain. Karena 'jejak' kami yang sama itu, saya pun selalu membanding-bandingkan diri dengan beliau. Dengan kata lain, saya harus lebih baik dari beliau dalam waktu 2 tahun lagi, ketika saya tepat berada di posisi beliau saat ini. I promise I will be better than him... and her too

Hoping

A friend of mine said (after I told some little stories), "Jujur deh far, pasti lu juga berharap kan? harapan itu pasti ada, tinggal kita aja yang memanagenya, jangan sampe kita melakukan hal bodoh demi harapan yang belum tentu kita dapat. Tapi jangan juga dilepas karena bisa saja harapan itu datang lagi dan lebih besar dari sebelumnya. Jalani aja far."

What a mature!