Repeat Year

Ulang Tahun, ya saya mau cerita tentang ulang tahun saya kemarin. Ga ada yang aneh si, tapi ini ulang tahun pertama saya setelah pindah ke Bogor-Cibubur-Jakarta (sama).

------
Wah sekarang menteri lagi di audisi loh. Keren, saya jadi kepengen jadi menteri, cool banget depan wartawan. Nanti kalo saya di-interview wartawan maunya jawab dikit-dikit aja.
Wartawan : Bu menteri bagaimana perasaan anda menjelang audisi?
Saya : Saya merasa tenang.
Wartawan : Apakah anda yakin akan terpilihnya anda Bu Menteri?
Saya : Saya akan berusaha semampu saya (senyum dikit, masang kacamata hitam, melambai pada wartawan)

So Cool :D
------

Baik, konsentrasi
Begini ceritanya,
Waktu itu adalah hari Jum'at, biasanya saya ga bisa yang namanya tidur cepet, di bawah jam 9. Tapi hari itu saya langsung tertidur lelap di sofa pukul 8 lebih beberapa menit. Bangun-bangun sudah jam 5 dan jam 6-an gitu langsung online. Di notification banyak yang nulis di wall, kirain pada demo kenaikan upah pegawai di wall saya, setelah saya buka wall baru sadar dan inget kalo hari itu saya ulang tahun.

Dengan gembira saya membalas wall tersebut satu persatu, sudah tradisi di FB seperti ini. Pukul 9 saya pergi ke acara OPI, semacam bagian tempat ayah saya kerja. Tempatnya di bekasi jadi lewat jati asih, muacet benerrr jadi ga napsu makan. Tapi akhirnya lewat jalan alternatif jadi agak lancar.

Di tengah-tengah jalan, hape saya begetar-getar dan saya kaget kirain ada gempa. Setelah sadar, baru saya ambil hape dan mengangkat telepon tersebut yang ternyata dari Lilis, teman di aksel Balikpapan yang ingin mengucapkan selamat ulang tahun. Lalu terdengar suara orang lain "ni ada lagu buat kamu" (happy birthday to you, dan seterusnya). Whoa, suaranya familiar banget langsung aja saya jawab "LISAAAA" (padahal yang nyanyi Cinthya, hahaha, malu di tempat, kepedean). Setelah itu kata Tatha, hapenya Lilis digilir ke 1 kelas, aaaa, senang bisa mendengar suara mereka.
Ada Lilis, Tatha, Liny, Lisa, Venny, Devi, Cinthya, Amel, Diana, Oliv, Edis (ada ga ya?), Eric, Westu, Deris, dan Pri (ada ga ya?). Saya sampai terharu (hiks) terima kasih, kalian memang 15 anak istimewa (halah). Dan menurut hasil riset, yang suaranya paling cempreng adalah Westu. Tatha juga bilang begitu. Haha. Padahal saya pengen denger lagu Buah Bolok versi Lisa. Tapi dia malah nyanyi selamat ulang tahun (ya iyalah masa nyanyi buah bolok).

Hari Minggu ada arisan keluarga di rumahnya Bu Ira di Bogor. Pertama-tamanya asik-asik aja, cuma arisan biasa ngobrol, makan, eh pas terakhir2 ada yang bilang "ulang tahunnya Farah". Langsung saja diserbu dan diberi lilin tepat di depan saya. Suasana saat itu sungguh sangat tidak menguntungkan bagi saya, tidak ada jalan evakuasi untuk kabur. Akhirnya saya harus di tengah2 dan dikelilingi banyak orang, rasa pengen ketawa tapi ga enak dan ga sopan. Ya udah saya ikutin aja tiup2 lilin, dll. Haha, tapi seru kok, jadi berkesan bareng keluarga.

Hari Seninnya juga seru bareng temen-temen aksel Bogor. Ga enak juga si, malu diliatin banyak orang pas bawanya, tapi seru pas bagi-bagi, haha. Lagi-lagi saya pengen ketawa di depan kelas. Ga tau kenapa saya pengen ketawa mulu kalo diliatin. Ketawa itu saya tahan waktu berdoa. Setelah dibagiin, saya coba-coba bawa kotak nasinya dalam keadaan vertikal, pas dibuka di mobil udah hancur-lebur-kecampur-semerawut gimana gitu. Tapi makan aja lah laper tak tertahan. :P

Terima kasih atas ucapan dan doanya, doakan saya dengan berkurangnya sisa umur saya ini, maka harus lebih bijaksana dalam mengatur hidup.

NB : Beneran pengen denger lagu Buah Bolok. (Buaah Boloook kuranji papaaaan. Dimakan maabook dibuang sayaang. Busu embook etam kumpulkaan. Rumah rumah jabok etaam lestarikaan.) Mau ga ya Lisa nyanyiin lagi? wkwkwk

Makna Keajaiban yang Sebenarnya

Adik : Mbak Farah, aku seneng banget  lho hari ini (berseri-seri)

Saya : Waw, kok bisa?

Adik : Iya, temen-temenku juga seneng

Saya : Iya, kenapa?

Adik : Tadi di sekolah kata guruku ulangannya ga jadi, rasanya seneng banget lho, kaya ada keajaiban, temenku juga bilang ini keajaiban

Saya : .... (speechless)

-Selesai-

Ga Ada Judulnya

Lama nggak nulis blog, gara-gara twitter error jadi ga ada link ke blog. Sekarang pengen ngisi blog tapi ga ada yang menarik. Hoam. Katanya, tulislah apa perasaan paling besar yang kamu rasakan sekarang. Setelah saya rasakan... Saya merindukan sesuatu, sampai terbawa mimpi. Balikpapan dan Teman-teman.

Oya, ada meteor jatuh di Bone loo, tapi belum pasti juga. Dulu waktu kelas 5, cita-cita saya adalah pergi ke luar angkasa, megang meteor, sama ke mars. Dengan jatuhnya meteor ini mungkin setidaknya saya bisa mewujudkan salah satu dari cita-cita saya waktu umur 10 tahun.

.....
Mudik kemarin, saya jalan-jalan ke surabaya sama semarang, huah ga enak banget, pegel di mobil. Tapi saya beli rubik's sama headset baru yang ada microphonenya biar bisa skype-an sama temen. Dulu sebelum lebaran, keadaan saya menyedihkan, teman saya ridho dan luthfi dengan gembira bercengkrama di skype sementara saya cuma bisa mengetik dan meratapi nasib.

Bagusnya lagi, udah tau saya micnya rusak, mereka malah nelpon, huahaha, pamer. Ga ada yang salah sih dengan mengetik tapi pembicaraannya jadi aneh. misalnya begini :

Ridho : Eh siapa wali kelas kita kelas 4 dulu? Bu... Bu Odah ya? Iya Bu Saodah !!!!
Luthfi : Bu Saodah?? Bu Mahmudah kaliiii
Ridho : Oiya Bu Mahmudah!! Huahaahah, salah aku, aduh malu banget hihihi
(sementara itu saya sedang berusaha mengetik dan sesaat setelah dialog ridho itu, keluarlah kalimat ini)
Saya : ya ampuun Bu Mahmudah kalii

Telat banget kan? dan mereka hanya menertawakan saya yang susah payah mengetik, lelaki macam apa kalian ini?

Saya skype-an dari jam 5 sore sampai jam 10 malam, dipotong buka puasa sama sholat. Jari saya udah berasa mati rasa, untung ga kapalan, kan repot mesti beli kalpanax. (?)
Di akhir pembicaraan, saya berjuang untuk mengetik dan mengikuti pembicaraan mereka sampai titik darah penghabisan. Setelah saya baca kembali, ternyata daritadi kita bergosip tentang masa SD, ga mutu, haha, Saya merekam jelas pembicaraan itu dalam otak saya (haha)

Luthfi : Dia cape kali dho ngetik terus
Ridho : Makanya beli mic farah, makanya beli mic
Luthfi : Pokonya besok, wajib pake mic
Saya : (ngetik) Insya Allah
Luthfi : HARUS
Ridho : Memang pi, kita ini laki-laki penggosip dan penyiksa perempuan
(dalam hati saya mengatakan MEMANG, soalnya dari tadi saya merasa teraniaya oleh kedua orang ini, haha)

Ngga, ngga, saya ngga merasa teraniaya, emang karena lagi pengen ngobrol dan obrolannya lucu jadi saya bela-belain untuk ngetik, haha. Walaupun pada akhirnya pembicaraan berakhir dengan kata yang cukup garing "BABAY" lalu off, tapi cukup membuat rindu saya pada balikpapan dan temen SD terobati.

Sekarang saya sudah punya mic, hore senang, ga taunya conferencenya pada bubar (kayanya). Sedih. Saya makin setuju dengan predikat mereka. Lelaki Penyiksa Perempuan. (hahaha, cuma becanda)

Selesai


NB : Ternyata teman saya sudah pada macho ya, huahahaha, mau ketawa kalo inget, padahal dulu, ridho masih kecil suaranya dan luthfi nangis waktu kelas 6, bareng fuad nangisnya, pengen ke Balikpapan